Inno Ngutra
Seorang ibu bagaikan sebatang lilin yangg bernyala di tengah kegelapan malam, yang membiarkan tubuhnya terbakar demi memberi cahaya kepada mereka yang berada dalam kegelapan. Itulah yangg dibuat oleh si ibu yg memohon kesembuhan dari Yesus untuk anaknya. "Tidak baik mengambil roti untuk anak dan memberikan kepada anjing," demik...ian kata Yesus kepadanya (Mrk 7:24-30) Hati teriris dan nubari sang ibu terluka, namun rasa malu ini diterima demi kesembuhan sang anak, buah hatinya, karena itu sang ibu pun menjawab; "Tapi, si anjing kan makan dari remah-remah yang jatuh dari meja sang anak kan? Wow, iman yang luar biasa. Pulanglah karena anakmu telah sembuh, demikian balasan Yesus atas iman sang ibu.
Sekedar untuk direnungkan hari ini; Seorang ibu selalu berjuang memberikan yang terbaik kepada anak-anak yang lahir dari rahimnya, terutama kasih itu sangat terasa di saat si anak masih tak berdaya sebagai janin, bayi dan masih kanak-kanak, bahkan ada pepatah indah tentangnya; "Kasih ibu sepanjang hayat." Di zaman yang serba canggih saat ini, ketika si anak telah mampu mengetahui segala sesuatu, keadaan sebaliknya kadang justru terjadi bahwa kasih dan cinta kepada sang anak membuat sang ibu melupakan segala yang penting bagi dirinya dan semuanya demi sang anak, buah hatinya. Mama berkorban bagaikan lilin yang bernyala demi buah hatinya. Tapi, pantaslah untuk direnungkan bagian ini; di kala kita telah tahu segalanya; ketika harta telah kita miliki; ketika jabatan telah kita sandang; ketika istri cantik dan suami tampan telah kita dapatkan, maka sadar atau tidak sadar kadang sang mama jadi yang bodoh, kolot bahkan ada yang mengusir mama dari kehidupannya. Untuk yang seperti ini pun sang mama diam membisu dan menerimanya demi kebahagiaan sang anak.
Karena itu, baiklah sejenak di sela kegiatanmu hari ini, ambilah waktu sejenak dan renungkanlah segala kata dan perbuatan tak terpuji yang pernah terlontar dari mulutmu untuk sang mama. Bila masih mungkin datanglah kepada sang mama sambil bertekuk lutut di hadiratnya seperti pernah seorang mama buat dalam Injil hari ini kepada Yesus untuk mohon kesembuhan bagi si buah hatinya. Biarlah kita hari merunduk merendah sekali saja dan memohon maaf dari sang mama atas kelancangan kita terhadapnya. Tuhan, kuatkanlah hati para mama di mana pun mereka berada dan atas situasi apa pun mereka saat ini.
Seorang ibu bagaikan sebatang lilin yangg bernyala di tengah kegelapan malam, yang membiarkan tubuhnya terbakar demi memberi cahaya kepada mereka yang berada dalam kegelapan. Itulah yangg dibuat oleh si ibu yg memohon kesembuhan dari Yesus untuk anaknya. "Tidak baik mengambil roti untuk anak dan memberikan kepada anjing," demik...ian kata Yesus kepadanya (Mrk 7:24-30) Hati teriris dan nubari sang ibu terluka, namun rasa malu ini diterima demi kesembuhan sang anak, buah hatinya, karena itu sang ibu pun menjawab; "Tapi, si anjing kan makan dari remah-remah yang jatuh dari meja sang anak kan? Wow, iman yang luar biasa. Pulanglah karena anakmu telah sembuh, demikian balasan Yesus atas iman sang ibu.
Sekedar untuk direnungkan hari ini; Seorang ibu selalu berjuang memberikan yang terbaik kepada anak-anak yang lahir dari rahimnya, terutama kasih itu sangat terasa di saat si anak masih tak berdaya sebagai janin, bayi dan masih kanak-kanak, bahkan ada pepatah indah tentangnya; "Kasih ibu sepanjang hayat." Di zaman yang serba canggih saat ini, ketika si anak telah mampu mengetahui segala sesuatu, keadaan sebaliknya kadang justru terjadi bahwa kasih dan cinta kepada sang anak membuat sang ibu melupakan segala yang penting bagi dirinya dan semuanya demi sang anak, buah hatinya. Mama berkorban bagaikan lilin yang bernyala demi buah hatinya. Tapi, pantaslah untuk direnungkan bagian ini; di kala kita telah tahu segalanya; ketika harta telah kita miliki; ketika jabatan telah kita sandang; ketika istri cantik dan suami tampan telah kita dapatkan, maka sadar atau tidak sadar kadang sang mama jadi yang bodoh, kolot bahkan ada yang mengusir mama dari kehidupannya. Untuk yang seperti ini pun sang mama diam membisu dan menerimanya demi kebahagiaan sang anak.
Karena itu, baiklah sejenak di sela kegiatanmu hari ini, ambilah waktu sejenak dan renungkanlah segala kata dan perbuatan tak terpuji yang pernah terlontar dari mulutmu untuk sang mama. Bila masih mungkin datanglah kepada sang mama sambil bertekuk lutut di hadiratnya seperti pernah seorang mama buat dalam Injil hari ini kepada Yesus untuk mohon kesembuhan bagi si buah hatinya. Biarlah kita hari merunduk merendah sekali saja dan memohon maaf dari sang mama atas kelancangan kita terhadapnya. Tuhan, kuatkanlah hati para mama di mana pun mereka berada dan atas situasi apa pun mereka saat ini.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar